PEMERINTAH PROVINSI BALI MEMPEROLEH PENGHARGAAN SEBAGAI PEMERINTAH PROVINSI TERBAIK DALAM SPI DARI KPK RI

Provinsi Bali Memperoleh Penghargaan Tertinggi dalam Survei Penilaian
Integritas(SPI) Dengan Indeks 78,82 Dari KPK RI
JAKARTA, Rabu (Buda Wage, Warigadean) 14 Desember 2022
- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Bapak Firli Bahuri
menganugerahi Pemerintah Provinsi Bali yang dipimpin oleh Gubernur Bali, Wayan Koster
penghargaan sebagai satu-satunya Pemerintah Provinsi Terbaik di Indonesia dalam Survei
Penilaian Integritas (SPI) 2022 dengan Indeks 78,82. - Penghargaan tersebut diterima oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dari Ketua KPK RI,
Bapak Firli Bahuri pada acara Peluncuran Hasil Survei Penilaian Integritas 2022 dengan
tema ‘Berani Mengisi untuk Berantas Korupsi’, Rabu (Buda Wage, Warigadean) 14
Desember 2022 di Aula Gedung Juang, Lt. 3 Gedung Merah Putih KPK RI, Jakarta yang
disaksikan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(MenPAN RB) RI, Abdullah Azwar Anas, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan, Muhammad Yusuf Ateh, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, John Wempi
Wetipo dan jajaran struktural KPK RI. - Komisi Pemberantasan Korupsi juga memberikan penghargaan kepada : 1) Kementerian
Sekretariat Negara yang dipimpin Mensesneg RI, Pratikno sebagai Kementerian Terbaik SPI
2022; 2) Bank Indonesia yang dipimpin Gubernur BI, Perry Warjiyo sebagai Lembaga
Non-Kementerian Terbaik SPI 2022; 3) Pemerintah Kota Madiun yang dipimpin Walikota H.
Maidi sebagai Pemerintah Kota Terbaik SPI 2022; dan 4) Pemerintah Kabupaten Boyolali
yang dipimpin Bupati M. Said Hidayat sebagai Pemerintah Kabupaten Terbaik SPI 2022. - Ketua KPK, Bapak Firli Bahuri dalam sambutannya menjelaskan Survei Penilaian
Integritas menjadi sangat penting, karena SPI adalah gambaran dari hasil potret
Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah yang memiliki keterkaitan dengan sistem
dan tata kelola pemerintahan, pengadaan barang dan jasa, pelayanan publik, dan juga
integritas yang dapat dilihat dan diukur oleh alat SPI. “SPI juga adalah alat ukur untuk
menguji kesehatan Kementrian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah di dalam menjalankan
tugas pokok, kewenangan dan fungsi untuk bersama sama memajukan kesejahteraan
umum sampai mencerdaskan kehidupan bangsa dengan tidak boleh ada korupsi,” kata
Ketua KPK, Firli Bahuri sembari menjelaskan penyebab terjadinya korupsi salah satunya
dikarenakan minimnya atau rendahnya integritas dan siapapun bisa terlibat dalam perkara
korupsi, karena disebabkan oleh adanya kekuasaan, serta ada kesempatan. Jadi mari kita
bangun, jaga, dan pelihara integritas. - Ketua KPK Firli Bahuri mengucapkan terimakasih kepada Kementerian, Lembaga, dan
Pemerintah Daerah yang telah banyak membantu KPK di dalam upaya-upaya
pemberantasan korupsi, baik melalui pendidikan masyarakat supaya terbangun budaya anti
korupsi, bahkan dengan melakukan upaya-upaya pencegahan dan perbaikan sistem dalam
rangka pemberantasan korupsi. - Ucapan terimakasih juga diberikan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah hadir
langsung dalam penyerahan penghargaan sebagai satu-satunya Pemerintah Provinsi
Terbaik di Indonesia dalam Survei Penilaian Integritas 2022. Mengakhiri sambutannya,
Ketua KPK Firli Bahuri mengajak seluruh Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah
untuk mewujudkan Indonesia sebagai negeri yang bebas dari korupsi. - Direktur Monitoring KPK, Agung Yudha Wibowo dalam laporannya menyampaikan
kegiatan Survei Penilaian Integritas 2022 merupakan survei yang memiliki jumlah responden
terbesar, yakni mencapai 329.785 responden, atau naik di tahun 2022 sebanyak 54% dari
tahun 2021 yang jumlah respondennya hanya mencapai 255.010. - Response Rate dalam SPI 2022 juga mengalami kenaikan di angka 18%, terhitung sejak
Tahun 2021 sebanyak 3% dan Tahun 2022 mencapai 15%. “Karena itu, penyelenggaraan
SPI akan terus ditingkatkan kualitasnya, baik dari sisi tingkat partisipasi, pemahaman &
kepedulian masyarakat, metode pelaksanaan, tingkat kepatuhan KLPD maupun pemenuhan
nilai index yang menjadi target, sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal dan
outcomenya dapat dirasakan masyarakat dengan menurunnya korupsi di Indonesia,” jelas
Direktur Monitoring KPK, Agung Yudha Wibowo. - Dalam SPI 2022 responden juga memberikan penilaian terhadap Sektor Rawan Korupsi
yaitu : 1) 24% responden menyatakan masih adanya Suap, Pungli, dan Gratifikasi ketika
mengurus layanan dan mengikuti pengadaan; 2) 32% responden menyatakan masih ada
rawan korupsi di Pengadaan Barang dan Jasa; 3) 23% responden menyatakan masih ada
Intervensi Dalam Pelaksanaan Tugas di Instansi; 4) 51% responden menyatakan masih ada
Penyalahgunaan Fasilitas Kantor untuk kepentingan pribadi; dan 5) 24% menyatakan masih
ada Nepotisme dalam Pengelolaan SDM dan 10% diantaranya menyatakan masih ada
Praktik Jual Beli Jabatan.